Februari 2010

Pertemuan Kaum Muda di Indonesia

Seorang bruder menggambarkan kunjungan singkat yang dilakukannya baru-baru ini di Indonesia.

JPEG - 20.6 ko

Dua minggu setelah acara Ziarah Iman di Manila, saya pergi ke Indonesia. Ketika saya di Jakarta, saya mengikuti acara doa bulanan di paroki St. Theresa. Sejak bertahun-tahun lamanya generasi demi generasi kaum muda di paroki ini menyelenggarakan acara doa ini. Beberapa dari mereka telah mengikuti acara Ziarah Iman di Manila. Sekitar 50 orang datang untuk ikut ambil bagian dalam acara doa tersebut; bukan hanya anggota paroki setempat tetapi juga kaum muda yang mengetahui bahwa setiap bulan diadakan acara doa dengan nyanyian dari Taizé di paroki tersebut.

Ketika doa usai, mereka yang telah ikut serta dalam acara Ziarah Iman di Manila membagikan pengalaman mereka kepada mereka yang tidak berkesempatan untuk mengikutinya. Beberapa dari mereka pernah mendapat kesempatan untuk mengikuti acara pertemùuan serupa di Jogjakarta beberapa tahun yang lalu, ketika Bruder Alois datang ke Jogjakarta untuk sebuah acara akhir pekan di sana. Sehingga dalam pemikiran mereka masa tinggal mereka di keluarga-keluarga akan kurang lebih sama seperti yang alami di Jogjakarta. Kenyataannya, apa yang mereka alami cukup berbeda. Mereka harus berpindah tempat setiap hari dari tempat di mana mereka tinggal ke pusat kegiatan di Don Bosco Makati. Pada mulanya mereka mengalami kesulitan untuk memahami sistem transportasi dan mengingat nama-nama dan tempat-tempat yang harus mereka tuju. Selanjutnya mereka terbiasa akan hal itu dan yang lebih penting ialah bahwa mereka dapat mengenal peziarah-peziarah lain yang tinggal di paroki yang sama.

Saya juga ikut ambil bagian dalam acara doa lainnya di Jakarta. Di Universitas Katholik Atma Jaya. Beberapa mahasiswanya datang ke Taizé di tahun-tahun belakangan ini. Ini adalah kali ketiga kunjungan dari seorang bruder Taizé ke kampus mereka. Acara doa tersebut dipersiapkan oleh pihak Pelayanan Rohani Kampus. Selanjutnya para mahasiswa bersama-sama membaca "Surat dari Cina"; selanjutnya mereka melalui masa hening selama 30 menit dan acara dilanjutkan dengan saling berbagi pendapat dalam kelompok-kelompok kecil.

Di kota kecil Tegal, Jawa Tengah, diadakan acara doa dengan nyanyian-nyanyian dari Taizé di TORSA Centre (Tahun Orientasi Rohani Santo Agustinus) sekali sebulan. Gagasan untuk mengadakan acara ini datang secara spontan. Beberapa peserta datang dari Jakarta dan Bandung! Mereka yang datang dari luar kota Tegal disambut di keluarga-keluarga. Di salah satu acara doa malam sekitar 80 peserta ikut serta. Banyak di antara mereka yang belum pernah memiliki pengalaman doa dalam keheningan sebelumnya. Hari berikutnya, setelah acara doa pagi, disampaikan pemahaman Alkitab singkat dan sejenak saat hening. Selanjutnya saling berbagi pendapat dalam kelompok kecil. Apa yang dapat memberikan arahan dalam hidupku? Adakah hal-hal dalam diriku yang ingin aku ubah? Apakah makna yang terungkap dari kata “haus” bagiku? Kata lain apakah yang dapat aku gunakan untuk mengungkapkan pencarianku akan Allah? Apakah makna dari “hidup dalam kepenuhan" bagiku? “Kehausan akan kehidupan yang penuh”: apakah aku juga mengalami kehausan yang sama? Bagaimanakah kehausan ini dapat terpuaskan? …

Sesaat sebelum perayaan Ekaristi yang menjadi penutup dari acara akhir pekan tersebut, seorang dari peserta membacakan surat dari Richard, pemuda dari Haiti, yang meminta kepada semua orang untuk berdoa bagi Haiti di tiap tanggal 12 tiap bulannya; tanggal 12 Januari adalah tanggal di mana terjadi gempa bumi dahsyat di Haiti.

Surat dari Cina [http://www.taize.fr/id_article9814.html]

Printed from: http://www.taize.fr/id_article10152.html - 12 August 2020
Copyright © 2020 - Ateliers et Presses de Taizé, Taizé Community, 71250 France